Normalisasi dan Denormalisasi Data

Normalisasi

Normalisasi merupakan proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasi himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan-himpunan data (table-table) dalam bentuk normal (normal form). Kegunaan normalisasi yaitu meminimalisasi pengulangan informasi,dan Memudahkan indentifikasi entity / obyek. 

Tahapan Dalam Normalisasi Data

Ada empat tahapan dalam Normalisasi data yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  • Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini memiliki ciri-ciri, yaitu merupakan kumpulan data yang akan direkam, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi, dan data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.

  • Bentuk Normal Kesatu (1NF/ First Normal Form)
Bentuk normal ke satu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file (file data/ rata), data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field field berupa “atomic value”, tidak ada set atribute yang berulang-ulang atau atribute bernilai ganda (multivalue), serta tiap field hanya satu pengertian, bukan merupakan kumpulan kata yang mempunyai arti mendua, hanya satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata-kata sehingga artinya lain.
  • Bentuk Normal Kedua (2NF/ Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu, atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/ primary key, dan sudah ditentukan kunci-kunci field, dimana kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribute lain yang menjadi anggotanya.
  • Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga:
–Relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif.
–Setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
–Contoh pada bentuk normal kedua di atas termasuk juga bentuk normal ketiga karena seluruh atribute yang ada bergantung penuh pada kunci primernya.

Penerapan Normalisasi Data

Sebagai contoh, penerapan Normalisasi Data akan dibuat berdasarkan kwitansi pada gambar dibawah ini.

KwitansiBentuk tidak normal (Unnormalized Form)

Membuat tabel unnormalized yaitu dengan memindahkan data dari sumber informasi ke dalam format tabel dengan baris dan kolom.

unnormal

Bentuk Normal Kesatu (1NF/ First Normal Form)

Langkah Selanjutnya kita akan membuat First Normal Form (1NF) yang merupakan sebuah relasi dimana setiap irisan antara baris dan kolom berisikan satu dan hanya satu nilai atau kita hilangkan Groups berulangnya.

normal-1nf1

Bentuk Normal Kedua (2NF/ Second Normal Form)

Langkah ke tiga kita akan membuat bentuk Normal kedua Second Normal From (2NF) merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan setiap atribut non-primary-key bersifat fully functionally dependent pada primary key.

normal-2nf2

Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)

Langkah ke 4 kita membuat normal bentuk ke 3 Third Normal From (3NF) ,adalah sebuah relasi dalam 1NF dan 2NF dan dimana tidak terdapat atribut non-primary-key atribut yang bersifat transitivelydependent padaprimary key.

normal-3nf3

Hasil dari contoh Normalisasi data ini seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

hasil-normalisasi

Denormalisasi Data

Denormalisasi database adalah pelanggaran aturan normalisasi atau menjabarkan suatu tataan database yang telah normal untuk meningkatkan performa pengaksesan data pada database. Database yang telah normal disini dimaksudkan database yang redundansi datanya minim sehingga data yang disimpan tidak mengalami kerancuan dalam proses pengaksesan.

Tahapan Dalam Denormalisasi Data

Kita dapat melakukan denormalisasi dalam 2 jenis :

  1. melalui pembuatan kolom baru pada tabel / menggabungkan kolom pada tabel satu dengan yang lain.
  2. melalui pembuatan tabel baru.

Cara yang pertama dilakukan apabila data yang di denormalisasi hanya kecil dan digunakan untuk mempermudah pengaksesan data apabila diakses dalam satu tabel. Sedangkan yang kedua dilakukan apabila data yang terdapat dalam tabel tersebut merupakan rangkuman / rekapitulasi dari satu atau beberapa tabel yang pengaksesannya terpisah dari tabel yang ada.

Penerapan Denormalisasi Data

Denormalisasi Pertama : total sks yang telah diambil seorang mahasiswa. ini dibentuk dari jumlah sks matakuliah yang pernah diambil.

Denormalisasi Kedua : pembuatan tabel jumlah kehadiran mahasiswa dalam satu semester. data ini dibentuk dari penjumlahan data harian mahasiswa.

Boyce-Codde Method

Boyce-Codde Method merupakan bentuk normal yang digunakan dalam normalisasi database. Ini adalah versi yang sedikit lebih kuat dari bentuk normal ketiga (3NF). Suatu relasi yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3 NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3 NF belum tentu memenuhi BCNF. Karena bentuk 3 NF masih memungkinkan terjadi anomali.

Tahapan Dalam Boyce-Codde Method

  • Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X→Y, maka X adalah super key.
  • Tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
  • Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X → A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s